AAU Adisucipto

Kuliah Kerja Lapangan ke Akademi Angkatan Udara Adisucipto Yogyakarta

Sebagai mahasiswa jurusan Sastra Inggris, matakuliah-matakuliah yang saya ambil sudah barang tentu didominasi oleh matakuliah berbahasa pengantar bahasa Inggris. Meski tidak semuanya, ada beberapa matakuliah yang bahasa pengantarnya adalah Bahasa Indonesia, salah satunya KKL. Dari sekian banyak matakuliah yang pernah saya ambil, matakuliah KKL adalah yang paling menyenangkan.

Apaan sih KKL?

KKL adalah kependekan dari Kuliah Kerja Lapangan, yaitu sebuah kegiatan yang bertujuan memperkenalkan kami, sebagai mahasiswa, kepada dunia kerja yang sesuai dengan jurusan yang kami ambil. Intinya sih itu. Namun pada praktiknya, biasanya lebih banyak jalan-jalannya sih.

Tapi justru itulah yang membuat matakuliah ini menyenangkan. Berawal dari beberapa kawan yang nyeletuk, “Nanti KKL-nya ke Jakarta aja, kan bisa ke Kemenlu dan ke kantor stasiun TV,” “Ke Bali aja, banyak bule,” “Ke Semarang aja, ada kantor imigrasi,” dan lain-lain. Sebetulnya pihak kampus juga belum menentukan, karena kepanitiaannya juga belum dibentuk.

Perencanan

Akhirnya, kami ngumpul dalam satu ruangan dan membicarakan destinasi KKL akan ke mana. Awalnya, kami hampir jadi ke Jakarta dengan itinerary kantor Kementerian Luar Negeri, menghadiri sidang doktoral dosen kami Ibu Chusni di UI, dan mampir ke Dufan sebelum pulang.

Karena yang paling tahu daerah Jakarta itu Konde, alias Taufik Yadhika Rahmat, jadilah beliau sebagai ketua kami. Disusul divisi kepanitiaan lain yang saya lupa siapa aja.

Namun kemudian karena satu dan lain hal, rencana kami untuk ke Jakarta terpaksa dibatalkan, dan kami harus memikirkan destinasi lain. Singkat cerita, terpilihlah Yogyakarta sebagai destinasi KKL kami dengan rencana perjalanan selama dua hari, yaitu ke Candi Prambanan, AAU Adisucipto, Malioboro, Goa Pindul, dan pantai Slili.

Hari Pertama

KKL Unsoed 2016
Suasana di dalam bus

Sebelum berangkat, kami berkumpul di kampus jam 12 malam untuk menunggu kedatangan bus. Dari perhitungan kami, untuk sampai di tempat tujuan pagi hari, maka berangkat jam 12 malem udah paling pas. Kami menggunakan satu buah bus dan satu buah mini van Avanza.

Sepertinya sudah setelan default atau memang sudah ada template-nya, saya juga tidak tahu. Tapi kalau rombongan kelas naik dalam sebuah bus, selalu saja bagian depan diisi oleh mereka yang lebih banyak diam, bagian tengah biasa aja, dan bagian belakang udah pasti yang paling berisik. Ini terjadi di tiap jenjang pendidikan, tentu bukan pola yang kebetulan.

Inilah itinerary kami pada hari pertama:

1. Rumah Makan Ambarketawang

Rumah Makan Ambarketawang
Rumah Makan Ambarketawang

Tujuan pertama kami sebelum ke Candi Prambanan adalah Rumah Makan Ambarketawang. Rumah Makan ini terbilang cukup luas, ada SPBU-nya malah. Di sana, kami melaksanakan solat subuh, sarapan, dan tak lupa ber-swafoto.

2. Candi Prambanan

Komlpeks Candi Prambanan
Komlpeks Candi Prambanan

Setelah kenyang menyantap sarapan, langsung bus menuju kompleks Candi Prambanan, Klaten. Pukul 08.00, bus kami tiba di kompleks Candi Prambanan. Bagi mereka yang sudah pernah, ini mungkin tidak lagi mengasyikkan. Namun bagi saya yang baru pertama kali ke sini, kunjungan ini terasa begitu biasa aja.

Sebetulnya secara total jumlah candinya ada banyak, tapi candi-candi kecil yang mengelilingi kompleks utama hanya tinggal puing-puing saja. Yang tersisa hanya enam candi besar di kompleks tengah, saya tidak hapal yang mana candi apa dan yang mana candi apa. Pokoknya ada enam, tiga candi besar dan tiga candi sedang.

Di kompleks Candi Prambanan ini, saya justru tertarik bermain ATV dengan menyewa kalau tidak salah 15 ribu untuk muter-muter di sekitar taman yang diresmikan oleh Pak Soesilo Soedarman. (Lupa nama tamannya apa)

3. Makan Siang

Rumah Makan Jogja
Rumah Makan yang saya lupa namanya

Puas bermain-main di kompleks Candi Prambanan, pukul 11.00 kami kembali ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, yaitu ke sebuah rumah makan yang lagi-lagi saya lupa namanya. Tapi tenang, meski lupa namanya saya masih ada kok foto-fotonya.

Di rumah makan tersebut, kami makan siang dan solat zuhur. Tak lama setelah itu, sebelum kami masuk ke dalam bus, hujan turun dengan santainya. Kami yang tadinya mau langsung masuk ke bus-pun harus sedikit menunggu. 15 menit, hujan belum reda. 20 menit, masih juga belum reda. Ya sudah akhirnya kita terobos aja.

4. Acara Inti: Akademi Angkatan Udara Adisucipto

AAU Yogyakarta
Menuju ruang kuliah umum

Setelah kenyang dan agak basah, saya dan rombongan menuju Akademi Angkatan Udara (AAU) Adisucipto untuk melaksanakan kegiatan inti. Yak, kunjungan menyenangkan ini seharusnya dimulai pukul 13.00, namun karena terjebak macet (ada kecelakaan) di jalan, jadi kami tiba di AAU pukul 13.30.

Kami disambut oleh beberapa petugas berseragam biru-biru khas Angkatan Udara. Kami bersalaman menuju ruangan dan kemdian dibagikan snack. Snack-nya ada tiga macam: risol dengan isi kentang dan wortel, lemper dengan isi abon, dan kue bolu kukus. Tak lupa, akua gelas beserta sedotannya juga tergeletak di dalam. Penting banget aseli.

Kuliah umum dibuka oleh Gubernur bidang akademik AAU, dan kemudian disampaikan lebih lengkapnya oleh staff pengajar bahasa Inggris AAU, mengenai model pengajaran bahasa Inggris di AAU, metode, serta program-programnya.

AAU Adisucipto Jogja
Suasana di dalam ruangan

Selain itu, juga disinggung soal peluang kerja menjadi perwira karier di Akademi Angkatan Udara, yaitu lulusan S1 dengan kriteria-kriteria tertentu. Apabila yang bersangkutan lolos seleksi, maka pangkatnya adalah perwira, hanya saja berbeda jalur dengan para kadet.

AAU Adisucipto
Room tour dipandu oleh staff pengajar AAU

Setelah kuliah umum, menghabiskan snack konsumsi, dan serah-terima cinderamata, kami keluar ruangan dan mengadakan sedikit room tour yang dipandu oleh staff pengajar AAU. Kami ditunjukkan ruang kelas, ruang laboratorium bahasa, dan ruangan-ruangan lainnya.

Laboraturium bahasa AAU
Laboraturium bahasa AAU

Setelah selesai mengikuti room tour di Akademi Angkatan Udara Adisucipto yang dipandu oleh staff pengajar dari AAU, kami berfoto bersama sebelum akhirnya pamitan. Sebetulnya, tidak perlu dipandu juga kami akan melakukan tour sendiri.

AAU Adisucipto
Foto bersama peserta KKL
Setelah berfoto bersama, kami sedikit mengelilingi kompleks AAU untuk mengabadikan beberapa foto. Seperti ke lapangan utama, ke monumen bangkai pesawat, ke toilet, dan lain sebagainya. Setelah itu, baru kami masuk bus dan menuju destinasi selanjutnya.

AAU Yogyakarta
Kalimat Marsekal Suryadi yang terkenal

Jam menunjukkan pukul 16.00, cuaca saat itu sedang gerimis london. Di dalam bus, para peserta KKL terlihat lelah akan kehidupan yang mereka jalani. Beberapa ada yang tidur, beberapa ada yang begadang, beberapa ada yang memfoto temannya tidur. Sementara di luar bus, ah tak usah diceritakan yang di luar mah.

5. Favehotel Kusumanegara, Yogyakarta

Favehotel Jogja
Rombongan tiba di hotel

Setelah berlelah-lelah seharian, kami langsung menuju hotel untuk mandi, solat, dan beristirahat. Hotel yang kami tuju, sebagaimana yang sudah direncanakan sebelumnya, adalah Favehotel yang terletak di Kusumanegara.

Favehotel ini merupakan hotel budget yang dikelola oleh Aston yang memang disegmentasikan untuk backpackers, jadi tarifnya terbilang murah. Beberapa waktu yang lalu, Favehotel Kusumanegara ini pernah dituding sebagai penyebab kekeringan warga sekitar.

Tiba di hotel, sekitar pukul 17.00, saya dan rombongan langsung membagi kamar. Satu kamar untuk berlima. Ukuran kamarnya cukup luas, jadi tidak berdesakan, dengan kasur dan pendingin ruangan yang nyaman.

Kebetulan di hotel ini juga ada kolam renang, beberapa dari kami, termasuk saya, langsung berenang malam itu juga.  Setelah berenang, kami baru tahu kalau tidak diperkenankan berenang malam hari. Yo wes lah.

6. Malioboro

Angkringan Malioboro
Angkringan Pak Min

Usai berenang, makan, mandi, ganti baju, dan solat. ada satu agenda lagi yang dijadwalkan di hari pertama, yaitu kunjungan ke Malioboro. Sebetulnya ini opsional bagi mereka yang mau ikut, yang nggak mau ya nggak usah. Namun bagi yang ingin, diberi waktu sampai jam 11 malam dan diantar menggunakan bus.

Di Malioboro, rombongan terpecah belah. Ada yang ke Mall, ada yang belanja, ada yang ketemu temennya, kalau saya sendiri sih, pengin nyari angkringan dan beli kopi jos. Namun baru beberapa meter melangkah, rintik-rintik gerimis mulai turun perlahan. Di sisi jalan, beberapa musisi memainkan alat musiknya sambil berpentas menanti lemparan receh memenuhi kardusnya. Syahdu sekali.

Di ujung jalan Malioboro, di Mangkubumi, saya dan beberapa teman singgah di sebuah angkringan yang bernama angkringan Pak Min. Tempatnya biasa aja, lesehan tikar macam angkringan pada umumnya. Tapi jajanannya banyak banget. Mulai dari yang umum sampai yang jarang ditemui di angkringan lain.

Kembali ke Hotel

Jam 11.00 malam, saya dan rombongan mulai menuju bus untuk kemudian kembali ke hotel dan beristirahat. Tidak seperti sebelumnya, suasana bus kali ini lebih tenang. Memang sungguh melelahkan. Banyak dari kawan saya yang membeli oleh-oleh makanan, tak sediit pula yang membeli pernak-pernik, bahkan pakaian. Sepertinya cuma saya yang nggak belanja apa-apa.

Favehotel Jogja
Tidur, demi hari esok yang lebih baik.

Setelah sebelumnya mengunjungi Candi Prambanan, Akademi Angkatan Udara Adisucipto, dan berkeliling di jalan Malioboro, kami langsung beranjak kembali menuju hotel.

Sampai di hotel, saya langsung menuju kamar di lantai tiga. Lalu beberapa saat kemudian tepar dengan khusyuk. Karena esoknya, kami masih harus mengunjungi dua destinasi lagi. Dan perjalanan panjang menuju Purwokerto telah menanti.

Bersambung ke part 2.

Leave a Comment